Jangan Meletakkan Berita Peluang Bisnis dan Tanggung Jawab Kepada Orang Lain.

Tiga hal yang biasa terjadi pada seseorang yaitu : Blame, Excuse, Justify, ketika seseorang mulai (menyalahkan) orang lain, menyalahkan faktor ekonomi, menyalahkan situasi, orang ini tidak akan belajr dari kegagalannya, dan orang yang tidak belajar dari kegagalannya adalah orang yang gagal sesungguhnya. Kelemahan yang paling besar dari orang yang menyalahkan segala sesuatu adalah bahwa dia merasa benar dan tidak perlu bertindak lagi.

ketika seseorang mulai mengajukan excuses (beralasan), seperti mengatakan terlalu muda, terlalu tua, cuma lulusan SMP, tidak berbakat, saya seorang perempuan, saya laki-laki, saya cuma……, saya terlalu……., saya tidak….., dan lain sebagainya, orang seperti ini tidak akan bertindak sama sekali. Dan bila tidak ada tindakan apapun, tidak ada hasil apapun.

justify atau pembenaran adalah upaya orang untuk menutupi kelemahan atau kemalasannya untuk berubah menjadi lebih baik dengan membenarkan keadaannya, sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya. Misal “Terang saja saya tak berhasil, karena saya tidak punya gelar! dan sama sekali tak mengherankan kalau Amir selalu mendapatkan promosi karena dia lulusan luar negeri!”

ketika melihat orang lain lebih hebat daripada dirinya, orang seperti ini akan melakukan pembenaran tanpa terinspirasi untuk belajar atau menjadi lebih hebat. Kata-kata orang seperti ini khas sekali. mereka suka menggunakan ungkapan seperti “Terang saja…”, “tidak heran…”, “Sudah tentu….”, “Tentu saja…”,”Sudah selayaknya…..”, “sudah layak dan sepantasnya…..”. Bila melihat anak orang kaya, seseorang yang suka melakukan justify akan mengatakan, “Tentu saja, anak orang kaya, sekolah di luar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia…….”

semua ungkapannya itu sebenarnya disampaikan, atau digumamkan pada dirinya sendiri, dengan maksud untuk membenarkan keadaannya. dalam contoh di atas, kalau orang seperti ini bergumam “Tentu saja, anak orang kaya, sekolah di luar negeri, dapat modal banyak, sudah layak dan sepantasnya kalau dia…..” dia secara tidak langsung juga mau menegakkan sesuatu, yaitu “Nah, saya kan bukan anak orang kaya, bukan lulusan luar negeri, tak punya modal, maka wajar saja kalau saya tidak bisa berhasil…”

yang menyedihkan ialah bahwa apapun yang dikatakan oleh orang yang suka Blame, Excuse, justify ini ada kebenarannya. Memang benar kalau misal orang umur 19 tahun berkata, “saya baru berumur 19 tahun kok, kan belum punya pengalaman”. Benar bahwa dia berumur 19 tahun. benar bahwa dia belum punya pengalaman. Tapi belum tentu benar bahwa sukses itu mengandalkan pengalaman. Dalam contoh diatas, benar bahwa anak orang kaya yang sukses itu memang sekolah di luar negeri dan mendapatkan modal banyak. Orang yang suka Blame, Excuse, justify memakai kebenaran itu sebagai alasan untuk kemalasan dan keengganannya untuk berubah, sehingga kebenaran-kebenaran ini tidak ada manfaatnya. satu-satunya manfaat adalah hanya membuat orang tersebut jadi hancur karena tidak belajar dan bertindak untuk menjadi lebih baik.(sumber Financial Revolution By Tung Desem Waringin ).

sepintas informasi diatas adalah gambaran diri kita semua dalam hal menjalankan berita peluang bisnis dengan banyak sekali menyalahkan, banyak beralasan, dan banyak membenarkan sesuatu yang tidak pada tempatnya, dimana intinya tidak lain adalah kita menutupi ketidakmampuan kita dalam mengelolah suatu berita peluang bisnis, peluang usaha, maupun bisnis-bisnis yang akan kita jalani nantinya. So….Be your self bro….

Salam Hormat
Admin

Comments

Leave a Reply